Selasa, 18 Februari 2014

JENIS JENIS PASAR

v  JENIS – JENIS PASAR

Pada dasarnya pasar dibagi kedalam beberapa golongan yaitu sebagai berikut :

1. Berdasarkan Wujudnya

a)      Pasar Konkret (pasar nyata) merupakan pasar yang menunjukn suatu tempat terjadinya hubungan secara langusung (tatap muka) antara pembeli dan penjual.

b)      Pasar Abstrak(tidaak nyata) merupakan pasar yang menunjukan hubungan antara penjual dan pembeli baik secara langsung dan tidak langsung , barangnya tidak dapat langsung didapati oleh pembeli.  Misalnya , pasar modal di bursa efek Indonesia.

 

2. Berdasarkan Waktu Terjadinya

a)      Pasar Harian , pasar yang melakukan aktivitasnya setiap hari.

b)      Pasar Mingguan , pasar yang melakukan aktivitasnya satu minggu sekali.

c)       Pasar Bulanan, pasar yang melakukan aktivitasnya setiap satu bulan sekali.

d)      Pasar Temporer , pasar yang terjadi sewaktu-waktu dan tidak menentu.

 

3. Berdasarkan Luas Jangkauannya

a)      Pasar Lokal, pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai daerah atau wilayah tertentu saja.

b)      Pasar  Nasional, pasar  yang mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai daerah atau wilayah dalam satu Negara.

c)       Pasar Internasional , penjual dan pembeli dari berbagai Negara.

 

4. Berdasarkan Dengan Hubungan Proses Produksinya

a)      Pasar Output ( pasar produk ) pasar yang memperjualbelikan barang – barang hasil produksi.

b)      Pasar Input (pasar factor produksi) merupakan interaksi antara permintaan dan penawaran terhadap barang dan jasa sebagai masukan pada suatu proses produksi .

5. Berdasarkan Strukturnya (Penjual dan Pembeli)

a)      Pasar Persaingan Sempurna , Pasar yang memiliki mobilitas dari sumber daya dan didukung dengan pengertian yang sempurna , baik pembeli maupun penjual , sehingga kekuatan permintaan dan penawaran dapat bergerak dengan bebas.

b)      Pasar Persaingan Tidak Sempurna, Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar yang tidak terorganisasi secara sempurna , atau bentuk pasar dengan salah satu ciri dari pasar persaingan sempurna yang tidak terpenuhi.

 

Pasar Persaingan Tidak Sempurna terdiri dari :

ü  Pasar Monopoli , satu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu penjual.

ü  Pasar oligopoly, yang artinya penjual adalah pasar dimana penawaran satu jenis barang di kuasai oleh beberapa perusahaan.

ü  Pasar Monopsoni, adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan jasa dalam suatu pasar komoditas.

ü  Pasar Oligopsoni, pasar ini hamper mirip dengan pasar monopsoni , tapi pasar monopsoni hanya memiliki satu pelaku sedangkan pasar oligopsoni memiliki dua atau lebih pelaku.

ü  Pasar Monopolistik,  adalah suatu struktur pasar dimana terdapat banyak produsen yang menjual produk yang sma , tetapi dengan berbagai macam variasi.

 

Pustaka :

1.  Sukirno, S , 2011, “Mikroekonomi Teori Pengantar”, PT Raja Grafindo Persada, Eisi ketiga, cetatakan ke 26 , Jakarta.

RUANG LINGKUP PEMBAGUNAN EKONOMI


RUANG LINGKUP PEMBANGUNAN EKONOMI

 Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.
Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.

Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional [1]. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, sosial dan teknik.
Selanjutnya pembangunan ekonomi diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang.

Di sini terdapat tiga elemen penting yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi.

·         Pembangunan sebagai suatu proses

Pembangunan sebagai suatu proses, artinya bahwapembangunan merupakan suatu tahap yang harus dijalani olehsetiap masyarakat atau bangsa. Sebagai contoh, manusia mulai lahir, tidak langsung menjadi dewasa, tetapi untuk menjadi dewasa harus melalui tahapan-tahapan pertumbuhan. Demikian pula, setiap bangsa harus menjalani tahap-tahap perkembangan untuk menuju kondisi yang adil, makmur, dan sejahtera.

Tujuan utama pembangunan adalah menciptakan tingkat pertumbuhan gnp yang setinggi-tingginya, akan tetapi diikuti dengan pembrantasa kemiskinan, penaggulangan ketimpangan pendapatan, penyediaan lapangan kerja, pendidikan yang lebih baik, peningkatan standar kesehtan dan nutrisi, perbaikan lingkungan hidup, pemerataan kesempatan, pemeratanan kebebasan individu, dan penyegaran kehidupan budaya

·         Pembangunan sebagai suatu usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita

Sebagai suatu usaha, pembangunan merupakan tindakan aktif yang harus dilakukan oleh suatu negara dalam rangka meningkatkan pendapatan perkapita. Dengan demikian, sangat dibutuhkan peran serta masyarakat, pemerintah, dan semua elemen yang terdapat dalam suatu negara untuk berpartisipasiaktif dalam proses pembangunan. Hal ini dilakukan karena kenaikan pendapatan perkapita mencerminkan perbaikan dalam kesejahteraan masyarakat.

·         Peningkatan pendapatan perkapita harus berlangsung dalam jangka panjang

Suatu perekonomian dapat dinyatakan dalam keadaan berkembang apabila pendapatan perkapita dalam jangka panjang cenderung meningkat. Hal ini tidak berarti bahwa pendapatan perkapita harus mengalami kenaikanterus menerus. Misalnya, suatu negara terjadi musibah bencana alam ataupunkekacauan politik, maka mengakibatkan perekonomian negara tersebut mengalami kemunduran. Namun, kondisi tersebut hanyalah bersifat sementara yang terpenting bagi negara tersebut kegiatan ekonominya secara rata-rata meningkat dari tahun ke tahun.

 

Syarat Syarat Pembangunan Ekonomi

Perencanaan dapat dilakukan dalam berbagai bidang. Namun tidak semua rencana merupakan perencanaan pembangunan Terkait dengan kebijaksanaan pembangunan maka pemerintah berperan sebagai pendorong pembangunan (agent of development), ini terkait dengan definisi perencanaan yang merupakan upaya institusi public untuk membuat arah kebijakan pembangunan yang harus dilakukan di sebuah wilayah baik negara maupun di daerah dengan didasarkan keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh wilayah tersebut.

 

 

 

Adapun yang menjadi syarat dari pembangunan ekonomi, yaitu :

1. Komisi perencanaan ; terorganisir dan ahli.

2. Data statistik

3. Tujuan

4. Penetapan sasaran & prioritas (secara makro dan sektoral )

5. Mobilisasi sumber daya ( luar negeri& dalam negeri ,Saving, Laba & Pajak)

6. Kesinambungan perencanaan.

7. Sistim administrasi yang efesien ; kuat, tidak korup (Lewis)

8. Kebijaksanaan pembangunan yang tepat

9. Administrasi yg ekonomis

10. Dasar pendidikan.

11. Teori konsumsi; menurut GALBRAITH (1962)

12. Dukungan masyarakat; rencana nasional

           

Dalam melakukan pembangunan ekonomi, tentu saja sebuah Negara mempunyai sasaran

yang ingin di capai. Adapun yang menjadi sasaran pembangunan ialah:

a.   Meningkatkan persediaan dan memperluas pembagian secara merata bahan pokok yang di butuhkan untuk bias hidup;

b.   Mengangkat taraf hidup termasuk menambah dan mempertinggi pendapatan serta penyediaan lapangan kerja, pendidikan yang lebih tinggi dan perhatian lebih terhadap nilai-nilai manusiawi;

c.   Memperluas jangkauan pilihan ekonomi dan social bagi semua individu dan nasional.

Dalam mencapai sasaran tersebut tidak luput pula dari penyusunan strategi-strategi pembangunan yang bagus untuk dapat menghasilkan output yang di inginkan, strategi-strategi tersebut di antaranya:

·         Meningkatkan output nyata / produktivitas yang tinggi (terus menerus meningkat );

·         Tingkat penggunaan tenaga kerja dalam negeri yang tinggi:

·         Pengurangan dan pemberantasan ketimpangan;

·         Perubahan sosial, sikap mental dan tingkah laku masyarakat dalam lembaga pemerintah.

 

 

 

Adapun Manfaat dari Pembangunan Ekonomi ialah sebagai berikut:

1. 0utput kekayaan dari masyarakat akan bertambah

2. Pilihan menjadi semakin luas

3. Memberikan kemampuan yang lebih besar kepada manusia  untuk menguasai alam, dan   akan dapat mempertinggi kebebasan manusia untuk mengadakan suatu tindakan tertentu.

4. Dapat diperoleh suatu tambahan kebebasan untuk memilih kesenangan yang lebih luas. Dalam    perekonomian yang masih primitif orang dipaksa untuk bekerja keras hanya untuk  mempertahankan hidupnya untuk sekedar tidak mati.
5. Idealnya untuk mengurangi gap antara yang kaya dan yang miskin, antara negara maju dan negara sedang berkembang.
6. Memungkinkan orang untuk memikirkan lebih banyak sifat-sifat kemanusiaan oleh karena semakin banyaknya sarana yang tersedia. (Prayitno;1996:44).

 

FAKTOR – FAKTOR

Ada beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi,

namun pada hakikatnya faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan faktor nonekonomi.

Faktor ekonomi yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan keahlian atau kewirausahaan.

Sumber daya alam, yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim/cuaca, hasil hutan, tambang, dan hasil laut, sangat memengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi. Sementara itu, keahlian dan kewirausahaan dibutuhkan untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi (disebut juga sebagai proses produksi).

Sumber daya manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan nasional melalui jumlah dan kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi, sementara kualitas penduduk menentukan seberapa besar produktivitas yang ada.

Sementara itu, sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentah tersebut. Pembentukan modal dan investasi ditujukan untuk menggali dan mengolah kekayaan. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

Faktor nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat, keadaan politik, kelembagaan, dan sistem yang berkembang dan berlaku.

 

Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi

 

Pertumbuhan ekonomi

ü  Merupakan proses naiknya produk per kapita dalam jangka panjang.

ü  Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan.

ü  Tidak memperhatikan pertambahan penduduk

ü  Belum tentu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

ü  Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai dengan pembangunan ekonomi

ü  Setiap input dapat menghasilkan output yang lebih banyak

 

Pembangunan ekonomi

ü  Merupakan proses perubahan yang terus menerus menuju perbaikan termasuk usaha meningkatkan produk per kapita.

ü  Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.

ü  Memperhatikan pertambahan penduduk.

ü  Meningkatkan taraf hidup masyarakat.

ü  Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi.

ü  Setiap input selain menghasilkan output yang lebih banyak juga terjadi perubahan – perubahan kelembagaan dan pengetahuan teknik.

 

Dampak Positif dan Negatif Pembangunan Ekonomi

Pembangunan ekonomi yang berlangsung di suatu negara membawa dampak, baik positif maupun negatif.

 

Dampak Positif Pembangunan Ekonomi

ü  Melalui pembangunan ekonomi, pelaksanaan kegiatan perekonomian akan berjalan lebih lancar dan mampu mempercepat proses pertumbuhan ekonomi.

ü  Adanya pembangunan ekonomi dimungkinkan terciptanya lapangan pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat, dengan demikian akan mengurangi pengangguran.

ü  Terciptanya lapangan pekerjaan akibat adanya pembangunan ekonomi secara langsung bisa memperbaiki tingkat pendapatan nasional.

ü  Melalui pembangunan ekonomi dimungkinkan adanya perubahan struktur perekonomian dari struktur ekonomi agraris menjadi struktur ekonomi industri, sehingga kegiatan ekonomi yang dilaksanakan oleh negara akan semakin beragam dan dinamis.

 

Dampak Negatif Pembangunan Ekonomi

ü  Adanya pembangunan ekonomi yang tidak terencana dengan baik mengakibatkan adanya kerusakan lingkungan hidup.

ü  Industrialisasi mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian.

ü  hilangnya habitat alam baik hayati atau hewani

 

 

Refrensi:

Bannock, Graham, R. E. Baxter dan Evan Davis. 2004. A Dictionary of Economics. Inggris: Penguin Books Ltd